Mai Ita Hamutuk Hodi Hader Rai Belu —-"Bersaudara itu sungguh Indah"

Niat pemerintah Kabupaten Belu, untuk membangun rumah sakit bertaraf nasional pada RSUD Atambua, akhirnya terwujud. Buktinya Sabtu (21/7), dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung berlantai tiga, yang lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya, untuk pelayanan medis kepada pasien di kabupaten maupun negera tetangga Timor Leste.

Terpantau, seremoni peletakan batu pertama itu dilakukan oleh Bupati Belu, Joachim Lopez, anggota DPR RI, Charles J. Mesang, didampingi Dandim 1605 Belu, Letkol (Kav) Jonni Haryanto, sejumlah pimpinan SKPD dan tokoh masyarakat. 

Usai seremoni itu, Charles Mesang dalam sambutannya mengatakan, momentum ini, merupakan hasil dari doa masyarakat Kabupaten Belu, sehingga melalui dirinya, bisa memperjuangkan pembangunan rumah sakit di Senayan, yang awal pembangunan ini senilai Rp 35 miliar dari total anggaran Rp 180 miliar.

Pada tahun 2013 mendatang, dirinya akan memperjuangkan lagi Rp 40 sampai Rp 50 miliar lagi, untuk kelanjutan pembangunan RSUD Atambua, yang nantinya akan bertaraf nasional.
Dia berharap, dalam pemanfaatan nanti, manajemen rumah sakit menghilangkan istilah kelas satu, dua dan tiga. 

Semua ini dimaksudkan agar tidak ada perbedaan di antara masyarakat, sebab masyarakat memiliki hak yang sama. “Jika nanti ditiadakan kelas bagi pasien, maka ini merupakan satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang menghilangkan kelas-kelas dalam pelayanan medik,”paparnya.

Kepada kontraktor, dia meminta agar memaksimalkan waktu pembangunan yang ada, sebab proyek ini akan berakhir pada 31 Desember nanti. “Segera dilakukan pembangunan, supaya selesai pada akhir tahun anggaran 2012.” 

Bupati Belu, Joachim Lopez dalam sambutannya mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Charles J. Mesang sebab semua ini hasil perjuangannya di DPR RI. Tanpa beliau, rencana pembangunan rumah sakit ini tidak akan berjalan. Dengan pembangunan ini harapnya, manejemen RSUD Atambua mulai membenahi pelayanan dan meningkatkan SDM para petugas medis. 

“Ketika gedung ini jadi, maka tentunya dibarengi dengan peningkatan SDM dan manjemen. Jadi saya minta semua manejemen untuk tingkatkan SDM para petugas medis termasuk dokternya,”kata J-Lo sapaan akrab bupati Belu.

Dalam laporannya, Direktris RSUD Atambua, Yenny Tasa menyebutkan, pembangunan RSUD tahap pertama menelan biaya sebesar Rp 35 miliar, yang bersumber dari dana tugas pembantuan APBN tahun 2012. Rumah sakit ini untuk totalnya membutuhkan dana sebesar Rp 180 miliar, yang akan bertahap dibangun. Kontraktor pelaksana dalam pembangunan ini katanya, yakni PT Waskita Karya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: