Mai Ita Hamutuk Hodi Hader Rai Belu —-"Bersaudara itu sungguh Indah"

Empat Desa Terendam Banjir

JUMAT, 24 FEB 2012, |

Tanggul di Desa Lasaen Jebol
Empat Desa Terendam Banjir

ATAMBUA, Banjir bandang sungai Benenain kembali terjadi, Selasa (21/2) sekitar pukul 23.00 Wita. Kali ini, banjir bandang dengan ketinggian air sekitar satu meter menghempas warga Kecamatan Malaka Barat di Desa Lasaen, Sikun, Umatoos dan Fafoe serta Desa Oan Mane.

Informasi yang dihimpun Timor Express, Rabu (22/2) menyebutkan, banjir bandang yang terjadi merupakan banjir kiriman. Sudah dua pekan wilayah Malaka dan sekitaranya tidak turun hujan.
Banjir yang melanda empat desa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun lahan pertanian seperti padi dan jagung rusak di terpah banjir.

Kades Lasaen, Bernadus Nahak Seran yang dihubungi Timor Express membenarkan kalau wilayahnya dilanda banjir, Selasa malam lalu dengan ketinggian air mencapai satu meter.
“Banjir terjadi sudah tengah malam dengan tinggi air sekira satu meter,” paparnya.

Berdasarkan penelusurannya dilokasi banjir, tidak ada korban jiwa akibat banjir kiriman tersebut. “Kami sudah cek disemua warga tidak ada yang hilang atau tewas,” sebutnya.
Dikatakan, kerusakan akibat banjir antaranya, lahan pertanian baik padi dan jagung serta tanggul yang baru saja diperbaiki akhir Januari lalu. “Tanaman jagung dan padi rusak. Tanggul yang baru diperbaiki juga jebol semuanya,” tuturnya.

Menyoal lahan pertanian yang rusak diterjang banjir, dia mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan hingga kini belum selesai untuk dilaporkan kepada pemerintah kecamatan dan Kabupaten Belu.

Menurutnya, banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir tidak ada hujan. Banjir diperkirakan terjadi akibat hujan lebat di wilayah TTU dan TTS, sehingga kirim air ke sungai Benenain debit besar besar sekali, sehingga menyebabkan banjir diwilayahnya maupun desa tetangga pada Kecamatan Malaka Barat.
“Ini air kiriman karena kemungkinan hujan lebat di wilayah TTS dan TTU. Kami sudah sekitar beberapa minggu ini tidak hujan,” ungkapnya.

Ditanya soal langkah-langkah mengatasi kerusakan lahan dan hasil pertanian, dia mengatakan, pihaknya masih mendata, jika sudah pastinya akan diajukan kepada Pemkab Belu untuk mengambil langkah lebih jauh.
Kades Oan Mane, Helmut Nggebu yang dihubungi juga mengaku kalau wilayahnya diterjang banjir sungai Benenain.

Akibat banjir, rumah warga digenangi air dan lumpur serta tanaman jagung maupun padi rusak. Sementara, untuk korban jiwa sudah di cross check, namun tidak ada. Saat ini pihak desa sedang melakukan pendataan berbagai kerusakan yang dialami warga.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah melaporkan peristiwa itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belu, sehingga ada langkah konkrit dalam membantu korban banjir. “Kami sudah laporkan ke BPBD untuk lihat kondisi korban banjir,” urainya. (lok/ays)

Comments on: "Empat Desa Terendam Banjir" (1)

  1. Permintaan dari masyarakat malaka kalau pemerintah RI lewat Pemkab Belu sudah mendengar/membaca berita ini jangan lagi tidur bangunlah dan berikan bantuan kepada masrakat kita. karena mereka sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. Juga kepada Bapak/ibu DPRD II yang terhortmat dari Dapil IV tolong bersuara sampaikan keluhan masyarakat di 4 desa itu kepada Pemkab. Belu untuk diambil langkah-langkah untuk menangani bencana banjir Benenain ini. Thanx.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: